Oleh : Atika Rahmani el Wafy*
Berbicara tentang sejarah doktren Walisongo, maka tdk dpt lepas dari sejarah Perguruan Mu’allimat karena adanya Walisongo berawal dari Mu’allimat. Mlam hari 1951 M, tokoh-tokoh terkemuka & kepsek kec. Diwek berkumpul untuk membahas tentang kelanjutan pendidikan siswi tamatan Ibtidaiyah yang tdk mampu melanjutkan studinya keluar daerah karena masalah ekonomi. karena itu, maka didirikanlah lembaga pendidikan SLTP & SLTA, dan dinamai “MU’ALLIMAT”.
lambat laun kepercayaan orang-orang sekitar semakin bertambah, bahkan siswi diluar daerah pun semakin banyak. maka tahun 1952 M,dibuatlah sebuah asrama untuk siswi dari luar daerah yang diberi nama “WALISONGO” oleh bu “Nyai Hj. Halimah”. Awal mula jumlah santrinya cuma 7, dan menempati kamar dapur, Almarhum Syekh KH. M. Adlan Aly mengajarkan kitab kuning, seperti hadis, fiqih, akhlak dan tauhid. kegiatan ini pertama-tama langsung dibimbing oleh bu nyai, namun setelah berkembang & kekurangan biaya, maka langsung diserahkan kepada Almukarram Adlan Aly.
Kepemimpinan waktu itu masih “sentralisme” langsung ditangani oleh mbah kyai Adlan Aly. tipe kepemimpinan beliau adalah “demokratis”, mengaturnya tidak “konversional” tetapi sangat “sistematis”. pada tahun ke-2, santri bertambah banyak namun kamar tidak mencukupi, maka tanggal 14 September 1953 dapur tersebut direnovasi untuk dijadkan asrama. pada tahun 1954, komplek pondok ini direhabilitasi sehingga ada 14 kamar dan 1 mushalla. pengajian tahun 1954 dibantu oleh menantu pertama (dari Almarhum Nyai Mustaghfiroh) beliau, yaitu KH. Aly Ahmad. kemudian pada 3 tahun berikutnya putra-putri beliau berinisiatif untuk mengenalkan ilmu umum dan Ulumul ‘Ashiriyah, hingga tahun 1968 santri mengadakan kursus-kursus keorganisasian sampai sekarang.
* Penulis adalah santriwati di Doktren Walisongo Cukir-Jombang
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal







mbak Atika Alumni Walisongo Cukir tahun berapa ?